Sunday, August 16, 2026
HomeBisnisPerjanjian Dagang AS & Dampak Positif pada Reformasi Struktural

Perjanjian Dagang AS & Dampak Positif pada Reformasi Struktural

Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan bahwa Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memiliki manfaat yang signifikan terutama dalam mendorong reformasi struktural. ART memberikan kesempatan untuk melakukan reformasi yang sulit dilakukan secara mandiri, seperti meningkatkan perizinan impor yang lebih terbuka dan otomatis untuk produk AS, yang berpotensi mereformasi regulasi lartas. Selain itu, ART juga mendorong pembenahan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hambatan investasi lain yang restriktif.

Prinsip keberterimaan standar dan proses juga diakui sebagai salah satu poin positif dari ART, seperti pengakuan terhadap standar halal dari AS yang dapat memangkas proses pengujian berulang. Kesepakatan ini juga mendorong modernisasi kegiatan kepabeanan, dengan membolehkan pemberitahuan klasifikasi atau ketentuan produk di muka untuk memperlancar proses.

Dampak positif ART juga terlihat dalam perlindungan tenaga kerja dan lingkungan. Kesepakatan ini dapat meningkatkan ketentuan terkait upah minimum provinsi (UMP) dan praktik outsourcing, serta menekan praktik ilegal seperti illegal logging dan illegal fishing. Selain itu, ART juga mendorong penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan mendaur ulang bahan baku mineral kritis.

Kesepakatan ART dijuluki sebagai “hidden gem” yang memiliki dampak positif yang tidak terlihat secara langsung. Hal ini memberikan peluang untuk memperbaiki berbagai aspek ekonomi dan lingkungan yang saling terkait. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan AS serta mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler