Wednesday, August 19, 2026
HomeLenggang JakartaCara Pemerintah DKI Tangani Protes Warga saat Euforia Padel

Cara Pemerintah DKI Tangani Protes Warga saat Euforia Padel

Padel telah menjadi olahraga yang sangat diminati masyarakat, terutama di Jakarta. Namun, masalah mulai muncul karena lapangan padel yang tersebar di ibu kota ini ternyata sebagian besar belum memiliki izin Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) dari Dinas Citata DKI Jakarta. Sebanyak 185 lapangan padel dari total 397 lapangan yang ada di Jakarta masih belum mengantongi izin resmi, sehingga keberadaannya menjadi kontroversial di tengah masyarakat.

Sejarah olahraga padel sendiri bermula dari Meksiko pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera. Terinspirasi dari squash dan tenis, Enrique menciptakan permainan unik yang kemudian berkembang pesat di Spanyol dan meluas ke Eropa dan Amerika Latin. Pada tahun 1991, didirikan Federation International de Padel (FIP) di Spanyol sebagai organisasi olahraga profesional untuk padel.

Permainan padel dimainkan oleh dua pasangan dalam lapangan tertutup berukuran 10 x 20 meter, dengan jaring di tengah lapangan sebagai pembatas antara kedua sisi pemain. Sistem skor yang digunakan mirip dengan tenis, namun strategi, kecepatan, dan kelincahan menjadi kunci utama dalam memenangkan permainan ini.

Dengan popularitas yang terus meningkat, lapangan padel di Jakarta perlu memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk izin Persetujuan Pembangunan Gedung. Hal ini agar keberadaan lapangan padel dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler