Seiring dengan persiapan dekorasi dan busana untuk pernikahan, kesehatan wanita sebelum menikah juga harus diprioritaskan. Salah satu langkah yang penting adalah melakukan vaksinasi pranikah. Pasangan yang baru menikah akan mulai aktif secara seksual serta merencanakan kehamilan, yang dapat meningkatkan risiko infeksi virus tertentu. Oleh karena itu, vaksinasi yang tepat dapat membantu wanita menekan risiko penyakit menular seksual dan melindungi kesehatan janin di masa depan.
Beberapa jenis vaksin yang disarankan untuk wanita sebelum menikah meliputi DPT dan TT (Tetanus Toxoid). Vaksin ini dapat melindungi tubuh dari infeksi difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi TT wajib dilakukan di Indonesia untuk melindungi ibu dan janin dari tetanus. Selain itu, vaksin HPV (Human Papillomavirus) juga sangat penting untuk mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Calon pengantin disarankan mendapatkan vaksin HPV minimal enam bulan sebelum pernikahan.
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) juga perlu dipertimbangkan, terutama untuk wanita karena infeksi rubela saat hamil dapat berdampak buruk pada janin. Sedangkan vaksin varisela sangat penting bagi wanita yang belum pernah terkena cacar air, karena infeksi cacar air saat hamil berisiko menyebabkan gangguan serius pada janin. Hepatitis B juga dianjurkan bagi orang dewasa sebelum menikah untuk mencegah peradangan hati kronis, sirosis, hingga kanker hati. Terakhir, vaksin influenza juga penting untuk melindungi tubuh dari virus flu yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
Sebelum memulai vaksinasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar dosis dan jadwal vaksin sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Langkah preventif ini penting untuk memastikan wanita dapat menjalani kehidupan pernikahan yang sehat dan bahagia.


