Pembangunan pabrik pupuk nasional sedang berjalan sesuai rencana, dengan lima pabrik ditargetkan selesai dan diresmikan sebelum tahun 2029 untuk memperkuat ketahanan pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat. Tujuh pabrik pupuk baru direncanakan untuk dibangun dalam lima tahun ke depan, dengan anggaran sekitar Rp50 triliun. Pembangunan pabrik baru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi pupuk, memperkuat pasokan pupuk nasional, dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Revitalisasi sistem subsidi pupuk juga menjadi fokus, dengan penghematan anggaran mencapai Rp10 triliun dan peningkatan laba untuk PT Pupuk Indonesia secara signifikan. Proyeksi laba perusahaan pada tahun 2026 mencapai Rp2,5 triliun, dengan total keuntungan diproyeksikan mencapai Rp7,5 triliun. Revitalisasi ini membuka peluang peningkatan volume pupuk subsidi hingga 700 ribu ton secara bertahap hingga tahun 2029. Semua ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kemandirian industri pupuk nasional dan meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.


