Wednesday, September 9, 2026
HomeBisnisKenaikan Surplus Beras 243% Mendorong Swasembada Pangan di RI

Kenaikan Surplus Beras 243% Mendorong Swasembada Pangan di RI

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat peningkatan 243,2 persen dalam surplus beras nasional selama empat tahun terakhir. Prestasi ini menandai capaian swasembada pangan, menguatkan ketahanan pangan Indonesia. Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani. Salah satu indikator pencapaian swasembada beras adalah surplus produksi yang melebihi kebutuhan konsumsi nasional. Bapanas mencatat bahwa dalam kalkulasi mereka, surplus produksi beras pada tahun 2025 mencapai 3,52 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 31,19 juta ton per tahun.

Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang dipegang oleh Bapanas menunjukkan lonjakan surplus produksi beras dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, surplus produksi beras adalah 1,02 juta ton, kemudian meningkat menjadi 3,52 juta ton pada tahun 2025. Hal ini menandakan pertumbuhan pesat surplus produksi beras dengan persentase 243,2 persen dalam rentang waktu tersebut. Presiden Prabowo Subianto juga memberikan arahan untuk tidak melakukan impor beras kecuali untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pemerintah berhasil meningkatkan produksi beras nasional dengan strategi menjaga harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Keberhasilan tersebut tercermin dari penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk GKP sesuai instruksi Presiden dan keputusan Bapanas. Selain itu, Presiden Prabowo mengumumkan pencapaian swasembada pangan pada tahun 2025 yang merupakan hasil kerja keras komunitas pertanian Indonesia. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan tanpa ketergantungan dari negara lain.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler