Tuesday, September 8, 2026
HomeBursaCSIS: Risiko Bubble di Balik Optimisme IHSG 10.000

CSIS: Risiko Bubble di Balik Optimisme IHSG 10.000

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini memunculkan risiko bubble yang perlu diwaspadai, menurut peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan. Dalam Media Briefing Outlook 2026 CSIS di Jakarta, Deni menjelaskan bahwa kenaikan IHSG saat ini bukan disebabkan oleh saham-saham dengan fundamental yang kuat, melainkan oleh saham perusahaan baru dengan valuasi tinggi yang tidak sejalan dengan kinerja emiten. Hal ini menimbulkan risiko gelembung harga yang dapat memicu gejolak di pasar keuangan jika ekspektasi pasar tidak sesuai dengan kinerja perusahaan. Kondisi ini juga menunjukkan kekhawatiran terhadap praktik penggorengan saham yang seharusnya diawasi ketat oleh otoritas bursa demi mencegah terbentuknya hal-hal semu. CSIS menilai bahwa pengawasan terhadap struktur pasar dan kualitas penguatan IHSG menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan. Meskipun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa IHSG bisa mencapai level 10.000 pada 2026, CSIS tetap mengingatkan akan risiko bubble di balik optimisme tersebut. Menurut Deni, penguatan IHSG saat ini lebih didorong oleh aktivitas domestik daripada aliran modal asing. Karena itu, pengawasan terhadap praktik penggorengan saham dan kualitas penguatan IHSG menjadi hal yang penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan ke depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler