Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu sore. Hal ini didorong oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan pemotongan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed di tahun 2026. IHSG berhasil menguat 0,13 persen atau 11,19 poin menjadi 8.944,80, sementara indeks LQ45 naik 0,72 persen atau 6,26 poin ke posisi 871,32.
Setelah dilakukan analisis oleh Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, ia menyimpulkan bahwa pasar terlihat memiliki ekspektasi terkait pelonggaran kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh The Fed di tahun ini. Optimisme ini juga didukung oleh data melemahnya Purchasing Managers’ Index (PMI) Jasa AS, serta sinyal pemotongan suku bunga dan pengurangan persyaratan cadangan oleh bank sentral China.
Pada sesi perdagangan saham, IHSG terus menguat di zona positif. Delapan sektor memiliki kinerja positif, dengan sektor industri mengalami kenaikan terbesar sebesar 2,23 persen. Sedangkan, tiga sektor mengalami penurunan terutama sektor transportasi & logistik yang turun sebesar 1,03 persen. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain OPMS, OASA, INPC, MHKI, dan KPIG, sementara saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GSMF, COIN, NRCA, PADA dan DOOH.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 4.576.949 kali transaksi dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 70,56 miliar lembar senilai Rp36,87 triliun. Bursa saham regional Asia juga terpengaruh, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng melemah, sementara indeks Shanghai dan Strait Times menguat sedikit. Keseluruhan, tren positif terlihat dalam pertumbuhan IHSG yang didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global.


