Wednesday, September 9, 2026
HomeFinansial4 Risiko Ekonomi RI di 2026: Analisis CSIS

4 Risiko Ekonomi RI di 2026: Analisis CSIS

Perekonomian Indonesia pada tahun 2026 diidentifikasi memiliki empat risiko utama yang perlu diwaspadai oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS). Risiko tersebut meliputi tekanan global, keterbatasan ruang fiskal dan moneter, peningkatan pengangguran usia muda, serta potensi gejolak harga pangan dan energi. Faktor eksternal dan domestik yang menjadi penyebab ketidakpastian ekonomi Indonesia di masa mendatang disampaikan dalam Media Briefing Outlook 2026 oleh Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan. Salah satu risiko utama berasal dari kondisi ekonomi global yang diperkirakan masih melambat pada tahun 2026. Mesin pertumbuhan ekonomi utama dunia seperti Amerika Serikat (AS) dan China belum menunjukkan pemulihan yang kuat, menghadapi tekanan deflasi dan defisit anggaran. Ketegangan geopolitik, kebijakan perdagangan ketat, serta eskalasi konflik geopolitik juga dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi global. Risiko kedua muncul dari kondisi domestik, terutama terkait stimulus fiskal, penerimaan pajak yang tidak mencapai target, dan defisit fiskal yang membesar. Ketergantungan pada utang jangka pendek yang mahal dan kenaikan jumlah pengangguran, terutama di kalangan usia muda dan terdidik, turut menjadi fokus perhatian. Risiko keempat terkait dengan potensi gejolak harga pangan dan energi yang dapat mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. CSIS merekomendasikan sejumlah kebijakan kepada pemerintah untuk menghadapi risiko tersebut, termasuk menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, meningkatkan penerimaan pajak, penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, dukungan pada sektor padat karya, dan memanfaatkan harga energi yang rendah untuk mereformasi subsidi.gunakan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler