Pagi ini, IHSG bergerak menguat di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun bursa saham global dan Asia sedang lesu. IHSG dibuka menguat 66,39 poin atau 0,89 persen ke posisi 7.550,73 dan indeks LQ45 naik 9,25 poin atau 1,17 persen ke posisi 799,72. Analis Panin Sekuritas Reydi Octa memperkirakan IHSG akan melemah hari ini karena perubahan tarif, melemahnya komoditas, dan outflow dana asing yang masih tinggi. Di kancah internasional, AS mengubah tarif resiprokal dan menaikkan tarif impor dari Brasil, menimbulkan ketidakpastian di pasar logam minor seperti timah.
Sementara itu, sentimen negatif di pasar diakibatkan oleh bank sentral AS yang tidak mengubah suku bunga acuan dan ekspektasi pemotongan, data ekonomi AS yang solid, dan penguatan indeks dolar. Di Asia, data tingkat pengangguran di Jepang tidak berubah, namun ketegangan perdagangan masih menjadi perhatian investor. Di China, stimulus fiskal dan moneter yang longgar memiliki dampak terbatas, sehingga harga timah tetap rendah.
Perdagangan saham Eropa dan AS melemah, menunjukkan ketidakpastian global. Perdagangan saham regional Asia juga bervariasi, Nikkei melemah, Shanghai stagnan, Hang Seng menguat, dan Strait Times melemah sedikit. Dari berbagai faktor, IHSG tetap bergerak positif di tengah ketidakpastian pasar global.


