Perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif kuat terhadap gejolak eksternal global karena didukung oleh demand domestik yang kuat. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi menegaskan hal tersebut dalam PERBANAS Review of Indonesia’s Mid-Year Economy (PRIME) 2025. Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dipangkas oleh World Bank, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terpangkas namun tidak sebesar negara lain. Hery juga menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik yang berdampak pada penyaluran kredit perbankan nasional. Tantangan terbesar dalam penyaluran kredit tahun 2025 antara lain permintaan kredit yang melemah, pengetatan syarat agunan dan rasio leverage, pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, naiknya risiko NPL, serta kehadiran bank digital dan fintech. Strategi penyaluran kredit menjadi selektif, adaptif, dan berbasis teknologi untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah gejolak ekonomi global.


