Pemerintah berhasil menyerap dana senilai Rp27,84 triliun dari penjualan sukuk ritel SR022, dengan seri SR022T3 sebanyak Rp20,98 triliun dan seri SR022T5 sebanyak Rp6,86 triliun. Penerbitan sukuk ini bertujuan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Sukuk Ritel Seri SR022 diterbitkan dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2025 serta memiliki tingkat imbalan tetap, yaitu seri SR022T3 sebesar 6,45 persen per tahun dan seri SR022T5 sebesar 6,55 persen per tahun. Total investor SR022 mencapai 74.211 investor, dengan generasi milenial, pegawai swasta, perempuan, dan masyarakat di Indonesia bagian barat selain DKI Jakarta dominan dalam jumlah investor baru terbesar. Selama penawaran SR022, terdapat dua seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan jatuh tempo yang berhasil memperoleh 21,26 persen dari total pemesanan Sukuk Ritel SR022.


