Bank Tabungan Negara (BTN) menunjukkan peran strategisnya sebagai jembatan antara kebutuhan hunian rakyat dan agenda keberlanjutan global melalui kolaborasi dengan United Nations Environment Programme Financial Initiative (UNEP FI) untuk mempercepat implementasi Rumah Rendah Emisi (RRE) di Indonesia. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa kerjasama dengan UNEP FI akan mempercepat transisi keuangan Indonesia menuju ekonomi hijau di sektor perumahan. BTN telah menetapkan target pembangunan 10.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2025 sebagai bagian dari roadmap menuju 150.000 unit rumah rendah emisi hingga tahun 2029.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengembangan perumahan nasional dan ekonomi hijau. Diharapkan sektor perumahan dapat menjadi kekuatan utama dalam pencapaian target net zero emission Indonesia pada 2060 sambil memberikan akses perumahan yang layak dan ramah lingkungan bagi masyarakat. BTN berkomitmen untuk menjadi pelopor dan penggerak pembiayaan hijau di sektor perumahan dengan fokus pada penggunaan material ramah lingkungan.
Upaya pembangunan rumah rendah emisi diwujudkan dengan standar minimal 15 persen material ramah lingkungan pada tahun ini, yang nantinya diharapkan naik menjadi 30 persen pada tahun 2029. Dengan implementasi ini, diharapkan terjadi pengurangan limbah plastik sebanyak 2,2 juta kg dan emisi karbon sebanyak 2.425 ton, setara dengan menanam 110.000 pohon. BTN menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar tentang hunian, melainkan juga mengenai masa depan bumi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Hingga akhir 2024, BTN telah bekerja sama dengan delapan pengembang yang berhasil membangun 1.198 unit rumah rendah emisi. Kolaborasi antara BTN dan UNEP FI diharapkan akan membawa dampak positif dalam mengakselerasi perubahan ke arah ekonomi hijau dan pembangunan hunian yang ramah lingkungan di Indonesia.


