Thursday, September 17, 2026
HomeBisnisKerjasama RI-Rusia: Hubungan Erat yang Mempertahankan Kemandirian Indonesia

Kerjasama RI-Rusia: Hubungan Erat yang Mempertahankan Kemandirian Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Indonesia masih menerapkan asas politik bebas aktif meskipun semakin erat dalam kerja sama dengan Rusia. Menurut Bahlil, hal itu tidak menunjukkan keberpihakan Indonesia terhadap negara tertentu. Dalam konteks ekonomi, Indonesia juga menerapkan asas ekonomi bebas aktif sehingga tidak terikat dengan negara manapun dalam menjalin kerja sama.

Kerja sama antara Indonesia dan Rusia di sektor energi semakin meningkat, terutama setelah pertemuan antara Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Indonesia kini membuka peluang untuk mengimpor minyak dan gas bumi dari Rusia serta melakukan kerja sama teknologi dalam pengembangan sumur tua untuk meningkatkan produksi migas di Indonesia.

Menteri Bahlil juga menyoroti dinamika geopolitik yang memengaruhi perekonomian dunia, dimana situasi di Timur Tengah dapat berubah dengan cepat dan berdampak pada harga minyak dunia. Dia juga menekankan bahwa tidak ada kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel, sehingga ketegangan antara kedua negara masih berlangsung.

Baru-baru ini, Iran meluncurkan serangkaian rudal ke Pangkalan Militer Amerika Serikat Al Udeid di Qatar sebagai pesan langsung kepada Washington dan sekutunya. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IGRC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Keseluruhan, dinamika geopolitik yang kompleks ini mempengaruhi ekonomi global dan menunjukkan pentingnya menjaga kemitraan internasional yang saling menguntungkan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler