Industri Halal di Indonesia semakin berkembang pesat dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Wakil Kepala BPJPH, Afriansyah Noor, mendorong peran aktif mahasiswa dalam memperkuat ekosistem halal. Menurutnya, mahasiswa dapat mulai dengan tindakan sederhana seperti menanyakan sertifikat halal saat membeli makanan.
Afriansyah menekankan bahwa halal bukan hanya masalah agama, tetapi juga standar kualitas produk. Kerja sama antara prinsip syariah dan teknologi menjadi kunci dalam penetapan kehalalan produk. Seiring dengan itu, Nizar Ali dari UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmen kampusnya dalam mengembangkan industri halal.
Selain produk makanan, industri halal juga melibatkan barang dan jasa, infrastruktur, sumber daya manusia, dan dukungan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa industri halal merupakan kerja besar lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat. Dengan demikian, upaya pengembangan industri halal memerlukan kolaborasi semua pihak untuk mencapai kesuksesan.


