Telkom Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap belanja modal yang telah diserap selama kuartal I-2025 sebagai bagian dari strategi untuk memastikan efektivitas dan dampak langsung terhadap bisnis. Wakil Direktur Utama Telkom Indonesia, Muhammad Awaluddin, menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan transformasi dengan modernisasi infrastruktur, pembangunan data center, dan inisiatif digital. Rencana investasi perusahaan yang padat harus selalu dievaluasi apakah masih sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan pelanggan yang semakin cerdas. Telkom berencana untuk menurunkan rasio belanja modal dari 22 persen pendapatan secara bertahap untuk meningkatkan efektivitas investasi. Direksi juga memberikan penekanan pada monetisasi aset yang dimiliki untuk menciptakan nilai tambah yang jelas. Dengan strategi ini, Telkom berharap dapat memperkuat posisinya dalam ekonomi digital nasional dan memberikan nilai jangka panjang kepada pemangku kepentingan. Selain itu, dalam RUPST, Telkom Indonesia menyetujui pembagian dividen tunai dan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3 triliun. Angga Raka Prabowo diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Bambang P.S. Brodjonegoro, sementara Dian Siswarini diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Ririek Adriansyah.


