PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mendapat restu untuk melaksanakan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan harga saham TLKM yang dinilai masih undervalue. Direktur Wholesale and International Service Telkom Indonesia, Honesty Bashir mengungkapkan bahwa buyback saham akan berlangsung selama 12 bulan dengan harapan dapat mempercepat pertumbuhan kinerja perseroan, termasuk menaikkan harga saham TLKM di pasar saham Indonesia.
Dalam konferensi pers setelah RUPST, Honesty menyatakan keyakinannya bahwa transformasi yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir akan membantu Telkom mempercepat akselerasi digital dan pertumbuhan bisnisnya. Fokus pada modernisasi infrastruktur, pembangunan data center, dan berbagai inisiatif lainnya juga merupakan bagian dari strategi transformasi yang diterapkan Telkom.
Selain pembelian kembali saham, RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp21,05 triliun, serta mengangkat Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama dan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama. Pada akhir perdagangan saham, harga saham TLKM menguat 30 poin atau 1,07 persen menjadi Rp2.830 per lembar saham.
Telkom terus berkomitmen untuk menjadi akselerator ekonomi digital Indonesia, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi negara. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Telkom optimis bahwa harga saham TLKM akan meningkat di masa depan.


