Pelatih Pacific Caesar Surabaya, Andika Saputra, menilai masih banyak aspek dari timnya yang perlu dievaluasi, terutama dalam hal pertahanan, meskipun skuadnya berhasil memenangkan pertandingan melawan Rajawali Medan dengan skor 99-91. Andika menyatakan bahwa masalah satu lawan satu menjadi persoalan utama yang perlu diperbaiki agar lawan tidak mudah melewati pertahanan. Performa tim di kuarter pertama dan kedua juga disoroti oleh Andika, terutama dalam hal pengambilan keputusan saat menyerang dan tingginya jumlah turnover yang dilakukan.
Andika juga menyoroti bahwa pada awal pertandingan, serangan timnya terburu-buru tanpa pola yang jelas, akurasi tembakan yang buruk, serta banyaknya turnover yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak poin. Namun demikian, dia mengungkapkan bahwa perubahan permainan mulai terlihat pada kuarter ketiga dan keempat setelah tim melakukan penyesuaian taktik dan meningkatkan intensitas serta konsistensi dalam pertahanan.
Coach Bedu, sapaan akrab Andika, meskipun meraih kemenangan, menganggap pertandingan ini sebagai pengingat penting akan pentingnya pertahanan yang disiplin dan konsisten. Untuk menyambut laga selanjutnya, ia menekankan pendekatan bertahap dengan fokus pada evaluasi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Pemain Pacific Caesar, Daffa Dhoifullah, juga mengakui bahwa ritme permainan tim sempat lambat di dua kuarter awal. Dia menjelaskan bahwa di game tersebut, timnya bermain agak lambat pada kuarter pertama dan kedua, namun berhasil membuat penyesuaian di halftime dan mulai mengikuti rencana permainan serta mendapatkan bola untuk transisi. Andika dan timnya menyadari bahwa pertahanan yang kuat dan konsisten menjadi kunci utama keberhasilan dalam pertandingan selanjutnya.


