Pertandingan sengit antara Rajawali Medan dan Pacific Caesar Surabaya dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2025 berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah. Pelatih Rajawali Medan, Njoo Lie Fan atau yang akrab disapa Arif Gunarto, mengakui bahwa timnya kehilangan konsistensi pertahanan yang berujung pada kekalahan dengan skor 91-99. Arif menyoroti kurangnya ketahanan pertahanan timnya, kondisi fisik pemain yang menurun terutama di kuarter ketiga dan keempat, serta upaya menjaga dua pemain asing Pacific, Miranda dan Frank Johnson, yang tetap berhasil mencetak poin.
Meskipun timnya kalah, Arif memberikan apresiasi kepada semangat dan kerja keras para pemainnya, terutama pemain lokal seperti Darryl Winata yang bermain dengan sepenuh hati. Arif juga senang melihat peningkatan eksekusi tembakan tiga angka oleh timnya yang mencapai 40 persen dalam pertandingan tersebut. Meski masih ada ruang untuk perbaikan, Arif yakin bahwa proses pembinaan timnya akan terus berjalan dan performa akan meningkat seiring berjalannya waktu.
Dari sisi pemain, Darryl Winata menyoroti masalah pertahanan timnya dalam menjaga pergerakan pemain kunci lawan. Upaya untuk mengawal Miranda dan Johnson tidak selalu berhasil, sehingga pertahanan menjadi titik lemah tim Rajawali Medan dalam pertandingan tersebut. Meskipun demikian, tim ini tetap akan melakukan evaluasi dan terus berusaha memperbaiki kesalahan untuk pertandingan selanjutnya. Proses pembelajaran dan perbaikan diakui oleh Arif sebagai bagian penting dari perjalanan tim menuju kesuksesan.


