Tuesday, April 21, 2026
HomeLenggang JakartaOperasi Berantas Jaya: Polda Periksa Rismon dalam Kasus Kriminal Kemarin

Operasi Berantas Jaya: Polda Periksa Rismon dalam Kasus Kriminal Kemarin

Jakarta – Sejumlah berita kriminal menarik dari wilayah DKI Jakarta memperhatikan situasi hari ini, termasuk Operasi Berantas Jaya 2025 yang telah menetapkan 348 tersangka dari 3.599 orang yang diamankan dan pemeriksaan terhadap Rismon Sianipar terkait laporan tuduhan ijazah palsu kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa sebanyak 348 orang telah ditetapkan sebagai tersangka selama Operasi Berantas Jaya 2025 yang berlangsung dari 9 hingga 23 Mei 2025. Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika menyatakan bahwa dari total 3.599 orang yang ditangkap terkait kasus premanisme, 348 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, remaja yang terlibat dalam aksi tawuran di Tambora, Jakarta Barat, saat ini sedang menjalani program pembinaan melalui pesantren kilat di bawah bimbingan Kepolisian. Hal ini melibatkan 10 remaja yang diberikan kesempatan untuk menjalani program selama satu minggu sebagai bentuk pembinaan.

Di sisi lain, Kantor Imigrasi Jakarta Barat berhasil membekuk lima WNA asal Tiongkok yang beroperasi sebagai operator biro pencari jodoh di wilayah Jakarta. Para pelaku diduga memanfaatkan wanita Indonesia untuk menarik calon pelanggan di Tiongkok yang menggunakan jasa biro tersebut untuk mencari pasangan hidup.

Polda Metro Jaya juga berhasil menangkap seorang pria berinisial DP (27) di Depok dengan barang bukti 5,6 kilogram sabu dan 5.020 butir ekstasi. Kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sebagai bagian dari upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Terakhir, ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar menjalani pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden Jokowi. Rismon mengungkapkan bahwa ia ditanya 97 pertanyaan terkait dengan metode ilmiah yang ia teliti dalam kasus tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler