Wednesday, January 21, 2026
HomeBeritaUpdate Kualitas Udara Jakarta: Kembali Tak Sehat Pagi Ini

Update Kualitas Udara Jakarta: Kembali Tak Sehat Pagi Ini

Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi ini masih tergolong tidak sehat menurut data IQAir. Kota Jakarta berada di posisi ke-10 dalam peringkat kota dengan kualitas udara dan polusi terburuk di dunia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.35 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 117. Angka ini menempatkan Jakarta dalam kategori tidak sehat dengan adanya polusi udara PM2.5 dan konsentrasi 41,9 mikrogram per meter kubik. Hal ini memberikan penjelasan bahwa tingkat kualitas udara di Jakarta saat ini berpotensi merugikan kelompok sensitif, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan yang rentan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, kategori kualitas udara yang baik berada dalam rentang PM2.5 0-50, di mana tingkat ini tidak memberikan efek negatif bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Di lain pihak, kategori sedang menunjukkan kualitas udara yang tidak mengganggu kesehatan manusia dan hewan, namun berpotensi merugikan tumbuhan sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2.5 51-100. Selanjutnya, kategori sangat tidak sehat (PM2.5 200-299) dan berbahaya (PM2.5 300-500) menunjukkan bahwa kualitas udara dapat merugikan kesehatan bagi sejumlah populasi yang terpapar polusi.

Baghdad (Irak) menempati peringkat pertama dengan kualitas udara terburuk di angka 265, diikuti oleh Delhi (India) di posisi kedua dengan angka 189, dan Kota Kuwait (Kuwait) di posisi ketiga dengan angka 170. Lahore (Pakistan) berada di peringkat keempat dengan angka 163, sedangkan Dhaka (Bangladesh) menduduki peringkat kelima dengan angka 144.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung oleh 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah kota Jakarta. Data yang diperoleh dari SPKU tersebut kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara sebagai upaya penyempurnaan dari sistem sebelumnya dan sesuai dengan standar nasional yang berlaku. Platform ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler