Di Lapas Kota Kendari, puluhan warga binaan tampak antusias mengikuti program pendidikan kesetaraan atau kejar paket. Mereka disiplin mendengarkan arahan tutor dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sambil menulis catatan dengan lancar. Para narapidana yang mengenakan seragam merah dengan tulisan “Warga Binaan Pemasyarakatan” juga aktif bertanya terkait materi yang disampaikan. Program pendidikan ini merupakan inovasi dari Lapas Kelas IIA Kendari untuk memenuhi kebutuhan pendidikan para warga binaan sesuai dengan UUD 1945.
Dalam seminggu, para narapidana dijadwalkan mengikuti pembelajaran pada Senin dan Kamis untuk memastikan mereka tetap mendapatkan kesempatan belajar. Meskipun pesertanya adalah narapidana, materi pembelajaran dan kurikulum yang diikuti sama dengan standar edukasi di luar lapas. Tutor SKB menggunakan pendekatan persuasif untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi para peserta.
Program pendidikan kesetaraan di Lapas Kendari memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengejar pendidikan formal setara dengan SMP dan SMA. Selain itu, para tutor juga berupaya agar para narapidana tetap termotivasi dan gemar belajar. Tujuannya adalah agar pembelajaran di lapas dapat menjadi sarana peningkatan pengetahuan dan wawasan.
Pendidikan kesetaraan juga menjadi pelengkap bagi pelatihan lain yang diterima para narapidana di lapas. Program ini diharapkan dapat membantu para warga binaan mengembangkan berbagai keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat nantinya. Lapas Kendari juga memberikan kesempatan bagi narapidana yang mengejar pendidikan tinggi untuk menyelesaikan ujian skripsi di dalam lapas.
Inisiatif Lapas Kendari bersama SKB Kota Kendari dalam memberikan layanan pendidikan kepada warga binaan menunjukkan komitmen negara dalam menyediakan akses pendidikan bagi semua tanpa memandang status sosial. Dengan adanya program pendidikan kesetaraan ini, diharapkan kesenjangan pendidikan di kalangan warga binaan dapat teratasi.








