PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan di kuartal I-2025, dengan laba mencapai Rp193,13 miliar atau naik 1.473,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp543,91 miliar, naik 365,68 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun harga nikel domestik menurun, NICL berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan efisiensi produksi yang konsisten. Perusahaan melaporkan peningkatan volume penjualan nikel sebesar 346,98 persen, mencapai 995.834 wmt.
Direktur Utama NICL, Ruddy Tjanaka, menyatakan kepuasannya dengan pencapaian kuartal I-2025 meskipun situasi geopolitik global mempengaruhi kondisi perekonomian domestik. Ruddy juga menyoroti fluktuasi harga nikel yang diprediksi akan terus terjadi akibat perang dagang antara AS dan China. Namun, adanya keputusan Kementerian ESDM untuk tidak memotong kuota bijih nikel memberikan harapan positif bagi pasar nikel domestik.
NICL juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan nilai tambah perusahaan melalui kegiatan pengeboran, pengembangan sumber daya, peningkatan produksi, penerapan prinsip ESG, dan GCG. Perusahaan juga akan melakukan pembaharuan FS, implementasi system digitalisasi, serta menyelesaikan proses akuisisi. Dengan strategi ini, NICL siap menghadapi kondisi industri yang dinamis dan tetap memberikan margin keuntungan yang optimal.








