Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan pada Jumat sore, seiring dengan pergerakan positif pasar saham kawasan Asia. IHSG ditutup naik 48,93 poin atau 0,72 persen menjadi 6.815,73, sedangkan indeks LQ45 juga mengalami kenaikan 1,84 poin atau 0,24 persen menjadi 763,35. Hal ini dipengaruhi oleh harapan dari perkembangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Dari luar negeri, China menyatakan siap untuk membahas kemungkinan perundingan perdagangan setelah upaya AS untuk memulai negosiasi tarif. Sementara di dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi pada bulan April 2025, dengan inflasi bulanan sebesar 1,17 persen dan inflasi tahunan sebesar 1,95 persen. Namun, indeks manufaktur Indonesia pada bulan yang sama mengalami kontraksi, menunjukkan dampak penurunan dalam aktivitas manufaktur Indonesia.
Di pasar saham, terdapat sejumlah saham yang mengalami kenaikan signifikan seperti JATI, UNTD, KONI, LEAD, dan DKFT, sementara saham-saham seperti SMIL, NAIK, PAMG, MEJA, dan NINE mengalami pelemahan. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.182.274 kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp11,87 triliun.
Secara keseluruhan, pasar saham regional Asia juga mengalami pergerakan positif, dengan indeks Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times juga mengalami kenaikan. Hal ini menjadi indikasi bahwa pasar saham regional menghadapi momen yang positif, di tengah berbagai perkembangan ekonomi global yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pasar keuangan Indonesia.






