Wednesday, January 21, 2026
HomeHumanioraPerbedaan Shalat Sunnah Isyraq dan Dhuha: Manakah yang Lebih Baik?

Perbedaan Shalat Sunnah Isyraq dan Dhuha: Manakah yang Lebih Baik?

Shalat Isyraq dan Dhuha merupakan dua ibadah sunnah yang seringkali dianggap sama oleh umat Muslim karena keduanya dilakukan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit. Meskipun keduanya memiliki kesamaan, terdapat perbedaan yang perlu diketahui agar pelaksanaan ibadah ini menjadi lebih tepat dan sesuai syariat. Shalat Isyraq dilakukan tepat setelah matahari terbit dengan ketinggian sekitar satu tombak atau sekitar tujuh hasta, sekitar 2,5 meter, atau 15 menit setelah matahari mulai muncul. Pada waktu tersebut, para umat Muslim diperbolehkan untuk shalat sunnah Isyraq, yang biasanya dilakukan khusus pada waktu tersebut dan dibatasi hingga masuk waktu shalat Dhuha. Sementara itu, shalat Dhuha memiliki waktu yang lebih luas, dimulai setelah waktu Isyraq dan berakhir hingga menjelang waktu Dzuhur. Waktu Dhuha biasanya dipilih ketika matahari sudah meninggi dan panasnya mulai terasa. Sekitar pukul 7 pagi, waktu ini menjadi yang paling utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Perbedaan lainnya terletak pada jumlah rakaat dan niat shalat dari kedua shalat sunnah ini. Shalat Isyraq hanya dilakukan sebanyak dua rakaat saja, sedangkan shalat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat atau jumlah genap lain maksimal 12 rakaat, tergantung kemampuan dan keinginan umat Muslim mengamalkannya. Kemudian untuk bacaan niat, shalat Isyraq dan Dhuha juga memiliki lafaz niat yang berbeda. Kedua shalat sunnah ini juga sama-sama memiliki keutamaan yang besar, Rasulullah SAW menganjurkan shalat Dhuha sebagai amalan yang membawa pahala dan keberkahan untuk kehidupan dunia akhirat para umatnya, sedangkan shalat Isyraq juga memiliki keutamaan dan syarat tersendiri, diriwayatkan dalam hadis Rasulullah SAW. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai shalat Isyraq dan Dhuha termasuk ibadah sunnah yang sama atau berbeda. Berdasarkan kitab Al-Mustadrak dari Imam Al-Hakim berpendapat bahwa shalat Isyraq adalah nama lain (shalat awwabin) dari shalat Dhuha, sehingga, shalat Isyraq termasuk shalat Dhuha yang dilakukan segera setelah matahari terbit, sedangkan shalat Dhuha adalah tetap shalat sunnah yang dilakukan pada waktu berbeda setelahnya hingga sebelum Dzuhur. Imam Al-Ghazali berpendapat bahwa keduanya adalah shalat sunnah yang berbeda dan menunjukkan bahwa shalat Isyraq dan Dhuha merupakan dua ibadah yang terpisah meskipun berdekatan dalam waktu pelaksanaannya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler