Wednesday, January 21, 2026
HomeLintas KotaBuruh Migran Mulai Pindah dari Monas: Penyebab dan Dampaknya

Buruh Migran Mulai Pindah dari Monas: Penyebab dan Dampaknya

Pada Hari Buruh Internasional 2025 (May Day), ribuan buruh yang merayakan acara tersebut di kawasan Monas, Jakarta, mulai meninggalkan tempat tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto selesai berpidato. Mereka pergi dengan tertib, sesuai dengan kelompok masing-masing dan menggunakan atribut yang mencerminkan identitas mereka. Para buruh beralih ke kendaraan pribadi mereka, seperti sepeda motor, mobil, atau menunggu bus jemputan di pinggir jalan. Beberapa buruh masih berada di sekitar Monas, berkumpul sambil menikmati nasi kotak sebagai hidangan makan siang.

Situasi di kawasan Monas selama peringatan Hari Buruh 2025 tergolong kondusif, tanpa gesekan atau gangguan keamanan yang signifikan. Meski demikian, beberapa serikat pekerja atau federasi memilih untuk merayakan May Day dengan menggelar orasi di sekitar Patung Kuda dan pintu masuk Monas. Hingga pukul 14.00 WIB, masih terdapat beberapa buruh yang menunggu jemputan, namun lalu lintas di sekitar Monas tetap terkendali.

Polda Metro Jaya telah menyiapkan 13.252 personel gabungan untuk menjaga keamanan selama peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Personel tersebut terdiri dari anggota Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Acara May Day di Monas diperkirakan dihadiri oleh sekitar 200 ribu buruh dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Selama acara tersebut, buruh akan menyampaikan enam aspirasi, antara lain tuntutan untuk disahkannya RUU Pokok Ketenagakerjaan dan penetapan upah layak nasional serta penegakan hukum terhadap korupsi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler