Persaingan di sektor perbankan selalu ada, namun kondisinya tampaknya semakin membaik pada kuartal I-2025. Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengungkapkan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bahwa likuiditas perbankan mulai membaik. Beberapa bank menunjukkan kenaikan suku bunga deposito di atas tingkat bunga penjaminan LPS pada Desember tahun sebelumnya, menandakan adanya persaingan yang cukup ketat dalam mencari dana pihak ketiga (DPK).
Namun, Purbaya menyatakan bahwa situasinya mulai membaik begitu memasuki tahun 2025. Selama bulan Januari, Februari, dan Maret, tingkat bunga deposito mulai turun dan kondisi likuiditas perbankan membaik, sehingga persaingan untuk mendapatkan DPK juga ikut menurun. Data LPS menunjukkan bahwa rata-rata suku bunga yang dihimpun bank berada di atas 4,25 persen, namun mulai turun di bawah tingkat bunga penjaminan LPS selama bulan Januari hingga Maret.
Di sisi lain, Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Perbankan menunjukkan tingkat permodalan yang kuat serta likuiditas yang memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada Maret 2025 tercatat tinggi, sementara rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) tetap di atas threshold yang ditetapkan.
Dengan demikian, kondisi perbankan Indonesia pada kuartal I-2025 terlihat semakin stabil di tengah persaingan yang kompetitif namun menguntungkan. Menandakan bahwa sektor perbankan memiliki landasan yang kokoh untuk tetap beroperasi dengan baik.








