PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI), yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa, telah memperkuat stabilitas pasar berjangka dalam menghadapi eskalasi perang dagang tahun 2025. Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menyatakan bahwa perusahaan telah mengantisipasi gejolak ini dengan memantau pemenuhan margin secara real-time menggunakan Intra Day Margin setiap dua jam.
Fluktuasi harga dalam Perdagangan Berjangka Komoditi (Futures Trading) saat ini dianggap sebagai peluang baik yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri. Akibat langsung dari fluktuasi harga ini adalah kenaikan transaksi emas Loco London, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap safe-haven di tengah ketidakpastian pasar.
Kebijakan tarif impor resiprokal yang diberlakukan oleh pemerintahan AS telah menyebabkan gejolak signifikan pada pasar komoditas global. PT KBI mencatat lonjakan volume transaksi komoditas strategis di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Data terbaru menunjukkan peningkatan volume transaksi emas LocoLondon di JFX sebesar 20,2 persen secara year on year (yoy) selama periode kuartal I-2025.
Indonesia menghadapi tantangan unik karena “Currency-Commodity Double Squeeze,” yang meningkatkan tekanan inflasi dan biaya impor. Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar offshore untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dari tekanan global. Cadangan devisa Indonesia yang mencapai 157,1 miliar dolar AS mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas makroekonomi.
PT KBI terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait untuk memitigasi risiko sistemik di pasar berjangka, sejalan dengan misi BUMN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global.








