Saham-saham Asia dan indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) serta Eropa mengalami penurunan pada pagi Kamis setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait “tarif timbal balik” global. Pengumuman tarif tersebut memicu kekhawatiran akan perang dagang yang berpotensi mendorong dunia ke dalam resesi. Dalam pidatonya di Rose Garden Gedung Putih, Trump menyatakan rencananya memberlakukan “tarif dasar minimum” sebesar 10 persen untuk semua impor sambil menunjukkan grafik yang menunjukkan kenaikan bea masuk pada beberapa mitra dagang besar AS, termasuk Uni Eropa, Jepang, China, dan Kamboja. Dampak dari pengumuman tersebut terasa di pasar global dengan kontrak berjangka untuk Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mengalami penurunan signifikan. Selain itu, minyak mentah berjangka dan harga mata uang kripto juga terkena dampak yang cukup besar. Emas, sebagai aset yang dianggap aman, mencapai rekor harga tertinggi, sementara indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 4,6 persen. Para analis memperingatkan adanya tekanan lebih lanjut terutama terkait dengan penguatan yen dan dampaknya pada ekspor. Indeks Harga Saham Gabungan Korea juga turun hampir 3 persen. Meskipun investor telah mengantisipasi kebijakan tarif ini, langkah-langkah Washington terbukti lebih agresif dari perkiraan. Beberapa ekonom menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut dapat menyebabkan resesi dan merugikan ekonomi global. Langkah ini dianggap sebagai eskalasi signifikan dari perang dagang Trump dan berpotensi memicu reaksi balasan dari negara lain.


