Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan libur lebaran sebagai kesempatan untuk bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi. Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa kebijaksanaan dalam memilih dan menyebarkan informasi penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas. Dalam situasi dimana ancaman berita bohong, misinformasi, dan disinformasi semakin merajalela, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa semangat lebaran seharusnya digunakan untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan sebaliknya.
Menurut Noudhy, ada tiga jenis informasi yang dapat menjadi ancaman, yaitu misinformasi, disinformasi, dan mal-informasi. Misinformasi terjadi karena ketidaktahuan, sedangkan disinformasi adalah penyebaran informasi salah dengan niat buruk. Sementara itu, mal-informasi terjadi ketika informasi yang benar disampaikan dalam konteks yang salah atau waktu yang tidak tepat. Penting bagi masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Noudhy menekankan bahwa sumber informasi yang tepat dan terpercaya sangat dibutuhkan di era digital ini. Dengan maraknya berbagai platform media sosial, akun resmi pemerintah bisa menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya. PCO berpesan agar masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang menyesatkan, dan selalu menggunakan data yang akurat dan terpercaya. Dengan demikian, diharapkan libur lebaran dapat menjadi momen yang positif untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sosial dalam masyarakat.








