Wednesday, March 11, 2026
HomeBeritaIda Bhatara Turun Kabeh: Rencana Kunjungan Umat Hindu ke Pura Besakih

Ida Bhatara Turun Kabeh: Rencana Kunjungan Umat Hindu ke Pura Besakih

Umat Hindu yang ingin melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali selama upacara Ida Bhatara Turun Kabeh akan memiliki jadwal kedatangan sesuai dengan kabupaten/kota masing-masing. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa penjadwalan ini bertujuan untuk mengatur kerumunan pemedek selama berlangsungnya upacara besar tahunan yang akan mencapai puncaknya pada 12 April hingga 3 Mei 2025. Menurutnya, pemedek yang akan melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Besakih harus mengikuti jadwal yang ditetapkan bersama dengan masyarakat dari kabupaten/kota serta pemedek dari luar Bali.

Jadwal persembahyangan dimulai dari Kabupaten Klungkung pada Senin (14/4), dilanjutkan oleh warga Denpasar pada Rabu (16/4), dan Badung pada Kamis (17/4). Umat Hindu dari Kabupaten Jembrana dijadwalkan hadir ke Pura Besakih pada Jumat (18/4), sementara warga Gianyar pada Jumat (25/4), dan umat Hindu dari luar Bali pada Sabtu (26/4) dan Minggu (27/4). Pemedek dari Kabupaten Karangasem diundang pada Senin (28/4), Tabanan pada Selasa (29/4), Buleleng pada Rabu (30/4), dan Bangli pada Kamis (1/5), sedangkan Pemerintah Provinsi Bali bersama panitia Pura Besakih akan bertugas saat panyineban Ida Bhatara Turun Kabeh pada Sabtu (3/5).

Pembagian jadwal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan mengurangi kerumunan di sekitar pura, di mana seringkali terjadi antrean orang di pura leluhur yang kemudian mempengaruhi antrean masyarakat lainnya. Gubernur Koster memberikan contoh tentang kepadatan di area Pura Catur Lawa Pasek yang sering menjadi viral setiap kali Ida Bhatara Turun Kabeh berlangsung. Aturan terkait prosesi persembahyangan di Pura Agung Besakih telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2025 yang mengatur tata cara bagi pemedek/pengunjung saat memasuki dan berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Selain mengatur jadwal persembahyangan, surat edaran tersebut juga mencakup alur dan tata krama masyarakat. Hal ini dipertimbangkan karena Pura Agung Besakih merupakan pura utama, terpenting, dan tertinggi di Bali. Kabar terkait kegiatan ini bisa dilihat pada sumber berikut: “Pemda Bali ingin Pura Besakih dikelola baik”, “Pemprov Bali dirikan 4 posko kesehatan selama upacara di Pura Besakih”, dan “Penyelesaian penataan kawasan Pura Agung Besakih makan waktu 20 bulan”.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler