Pasar saham regional Asia menunjukkan pergerakan campuran, merespons hasil rapat FOMC The Fed yang memberikan isyarat tentang kemungkinan pemotongan suku bunga pada akhir tahun. IHSG BEI berhasil ditutup pada level yang lebih tinggi, didorong oleh saham-saham sektor teknologi. Meskipun demikian, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru turun sedikit. Pernyataan dari Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, atau yang akrab disapa Nico, menunjukkan bahwa pasar di Asia cenderung bervariasi dalam menanggapi hasil rapat FOMC The Fed.
Para pejabat kebijakan di Amerika Serikat memperkirakan akan terjadi dua pemangkasan suku bunga dalam satu tahun ini. Meskipun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan yang diambil tidak akan tergesa-gesa dan tetap akan menunggu informasi yang lebih jelas terkait kondisi ekonomi. Hal ini sebagai respons terhadap rencana Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada impor dari mitra dagang AS.
Di sisi lain, di dalam negeri, IHSG mengalami penguatan yang didukung oleh aksi beli dari emiten konglomerasi dan BUMN setelah Otoritas Jasa Keuangan memberlakukan kebijakan buyback tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Langkah ini dapat meningkatkan minat investor terhadap risiko dan memberikan kepastian dalam menjaga stabilitas. Bank Sentral Indonesia juga memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan, sejalan dengan upaya menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Pasar saham regional Asia menunjukkan beragam pergerakan, dimana beberapa indeks menguat sedangkan yang lain melemah. IHSG BEI berhasil bertahan di zona positif hingga penutupan sesi perdagangan. Berdasarkan IDX-IC, sektor teknologi mengalami kenaikan tertinggi diikuti oleh sektor transportasi dan logistik serta sektor barang baku. Sebaliknya, sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer mengalami pelemahan. Dalam perdagangan saham, saham-saham seperti MINA, FORU, POLU, RONY, dan SAFE menguat, sementara saham-saham seperti IFII, ACES, BOAT, dan MIRA mengalami penurunan.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.093.000 kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp11,30 triliun. Di pasar saham regional Asia, terdapat berbagai pergerakan seperti Indeks Nikkei yang menguat, indeks Shanghai yang melemah, indeks Kuala Lumpur yang melemah, serta indeks Straits Times yang menguat. Pasar saham regional terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan kebijakan.


