Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta telah mencatat sebanyak 321.782 warga yang melakukan proses pemindahan ke luar Jakarta sebagai akibat dari penataan dokumen kependudukan sesuai dengan domisili masing-masing. Jumlah tersebut terdiri dari 105.061 warga yang melakukan pemindahan antar-DKI, sehingga total mencapai 426.843 orang. Wilayah tujuan pemindahan terbanyak adalah Kabupaten Bogor dengan 49.473 orang, diikuti oleh Kabupaten Bekasi (40.440), Kota Depok (40.320), Kota Bekasi (33.868), Kota Tangerang Selatan (26.508), Kota Tangerang (23.452), Kabupaten Tangerang (19.929), Karawang (3.782), dan Kota Bogor (2.864).
Program penataan dokumen kependudukan ini telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2024 dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban administrasi penduduk, mengurangi potensi kerugian daerah, serta mencegah penyalahgunaan dokumen kependudukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang memiliki KTP Jakarta tetapi tinggal di luar Jakarta.
Berdasarkan data kependudukan di DKI Jakarta, jumlah penduduk pada tahun 2025 adalah sebanyak 11.046.591 orang, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 11.346.308 orang pada tahun 2024. Penurunan ini disebabkan oleh program penataan dokumen administrasi kependudukan yang diterapkan sejak tahun 2024. Data jumlah penduduk tahun 2025 didasarkan pada data penduduk semester dua tahun 2024, sama halnya dengan data jumlah penduduk tahun 2024 yang berasal dari data semester dua tahun 2023. Akibat program ini, masih terdapat sekitar 1,9 juta warga yang belum melakukan pemindahan domisili.
Dalam upayanya meningkatkan kualitas administrasi kependudukan, Pemprov DKI Jakarta terus bergerak dengan membuka pos pelayanan KJP Plus di kantor kecamatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses penataan dokumen kependudukan secara lebih efisien dan tertib. Menyusul berbagai program tersebut, diharapkan tingkat keteraturan administrasi kependudukan di wilayah ini dapat terus meningkat untuk mendukung pembangunan yang lebih baik.








