Di era digital yang semakin maju, akses anak-anak terhadap platform digital menjadi perhatian global. Berbagai negara telah menerapkan kebijakan untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan media sosial. Anak-anak yang sudah akrab dengan internet, banyak dari mereka memiliki akun platform digital tetapi belum memahami risiko buruk yang akan terjadi. Informasi dapat tersebar luas tanpa batas melalui internet, mulai dari informasi fakta bahkan hoax. Selain itu, tanpa kewaspadaan, risiko seperti pencurian data atau melihat konten yang tidak sesuai usia juga dapat berpengaruh buruk bagi pengguna, terutama anak-anak. Regulasi batas usia pengguna internet dan platform digital seperti media sosial, kini diterapkan di berbagai negara untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital. Dari Australia hingga Amerika Serikat, beberapa negara sudah memiliki aturan batas usia anak di ranah digital. Australia menjadi salah satu negara yang menetapkan batas usia minimum 16 tahun untuk penggunaan media sosial. Aturan tersebut berdasarkan Undang-Undang Amandemen Keamanan Daring (Usia Minimum Media Sosial) 2024. Amerika Serikat menerapkan aturan anak-anak di bawah usia 13 tahun tak menggunakan layanan digital. Pemerintah Tiongkok akan memutus akses internet bagi anak-anak dan remaja di malam hari serta membatasi penggunaan ponsel mereka. Kebijakan Uni Eropa mengenai batas usia anak di ranah digital diatur melalui General Data Protection Regulation (GDPR), kebijakan dalam melindungi data pribadi anak-anak dan mencegah mereka dari konten berbahaya atau eksploitasi digital. Seperti banyak negara lain, Jepang juga menghadapi tantangan terkait penggunaan platform digital di kalangan anak-anak dan remaja. Di Vietnam, kebijakan pemerintah mengenai batas usia anak di ranah digital di bawah usia 16 tahun dan diwajibkan untuk mendaftar platform digital menggunakan informasi orang tua atau wali. Meskipun kebijakan ini sudah disahkan di beberapa negara, tantangan teknis seperti verifikasi usia masih menjadi kendala utama. Banyak platform digital yang masih kesulitan memastikan keaslian data pengguna tanpa melanggar privasi mereka. Selain itu, peran orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan regulasi ini. Melindungi anak-anak dalam penggunaan media sosial dan platform digital menjadi perhatian serius bagi banyak negara di era digital ini.


