Investor saat ini tengah menanti keputusan The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diselenggarakan pada 18-19 Maret 2025. Josua Pardede, Kepala Ekonom PermataBank, menyampaikan bahwa pelaku pasar sedang mengantisipasi keputusan bank sentral AS karena data penjualan ritel AS menunjukkan pemulihan yang lambat. Ini meningkatkan ekspektasi The Fed akan bersikap dovish selama pertemuan FOMC. Josua juga memproyeksikan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya mengingat ketidakpastian global yang tinggi terkait kebijakan tarif impor AS. Di dalam negeri, pelaku pasar juga menantikan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan pada 19 Maret 2025. BI diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya mengingat ketidakpastian global terkait kebijakan AS. Pada hari perdagangan tersebut, Bursa Efek Indonesia melakukan penghentian sementara perdagangan akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari lima persen. IHSG ditutup melemah 248,56 poin atau 3,84 persen ke posisi 6.223,39, sedangkan indeks LQ45 turun 20,34 poin atau 2,79 persen ke posisi 709,01.


