Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global diproyeksikan akan mengalami perlambatan dalam beberapa tahun mendatang menurut proyeksi terbaru dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut diprediksi terjadi karena hambatan perdagangan yang semakin tinggi di beberapa negara G20, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang mempengaruhi investasi dan pengeluaran rumah tangga.
OECD juga mengingatkan bahwa peningkatan hambatan perdagangan bisa melemahkan pertumbuhan global dan berkontribusi pada tekanan inflasi. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat, area mata uang euro, dan beberapa negara Eropa juga diprediksi mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan.
Meskipun inflasi diproyeksikan tetap tinggi, namun masih mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi. OECD juga menyoroti bahwa kebijakan proteksionisme dan ketidakpastian geopolitik dapat memberikan tekanan tambahan bagi pasar keuangan global. Untuk menghadapi dampak negatif dari hambatan perdagangan, OECD mendorong bank sentral untuk tetap waspada dalam mengelola risiko inflasi serta mendorong reformasi struktural yang agresif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Dengan kondisi ekonomi global yang tidak pasti, langkah-langkah seperti reformasi kebijakan struktural yang ambisius diharapkan dapat menjaga pasar domestik yang sehat dan stabil. OECD menekankan betapa pentingnya reformasi ini dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.








