PT Medela Potentia Tbk. (MDLA), perusahaan kesehatan di Indonesia, akan segera melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 15 April 2025. Direktur Utama PT Medela Potentia, Krestijanto Pandji, mengungkapkan bahwa perusahaan akan menawarkan 3,5 miliar lembar saham dengan tujuan untuk memperoleh dana yang akan digunakan untuk Working Capital, pembelian gudang, penambahan kapasitas pabrik, dan pengembangan ekosistem digital perusahaan.
Dalam aksi korporasi ini, perusahaan juga menunjukkan posisi keuangan yang solid dengan tren positif pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 11,8 persen dari tahun 2021 hingga 2023. Margin laba kotor yang stabil sebesar 9,4 persen dalam empat tahun terakhir mencerminkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar.
Setelah IPO dilaksanakan, PT Medela Potentia Tbk. (MDLA) menargetkan pertumbuhan double digit sebesar 11-12 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Krestijanto Pandji, Direktur Utama PT Medela Potentia, menekankan pentingnya kerja sama tim dalam mencapai kesuksesan perusahaan dan memastikan bahwa perusahaan tidak bergantung pada satu individu saja.
Selain Krestijanto Pandji, perusahaan saat ini dipimpin oleh dua direktur lainnya, yaitu Edbert Orotodan dan Wimala Widjaja. Edbert Orotodan bertanggung jawab atas bidang hukum, pengembangan usaha, sumber daya manusia, serta pengadaan, sementara Wimala Widjaja fokus pada pengembangan teknologi informasi, inisiatif digital, dan manajemen risiko di perusahaan.
Keputusan PT Medela Potentia untuk melantai di bursa dianggap sebagai langkah strategis yang tidak hanya memperkuat fundamental keuangan perusahaan, tetapi juga membuka peluang bagi investor untuk ikut serta dalam ekspansi bisnis yang lebih besar. Dengan komitmen pada kerja sama tim yang solid dan pertumbuhan berkelanjutan, PT Medela Potentia Tbk. (MDLA) siap untuk melangkah lebih jauh dalam industri kesehatan di Indonesia.


