Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tengah mengevaluasi performa atletnya setelah tidak berhasil memenangkan gelar di BWF World Tour Super 1000 All England 2025. Satu-satunya wakil Indonesia yang mencapai final, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari wakil Korea Selatan. Meskipun demikian, Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, tetap mengapresiasi perjuangan para atlet dan mencatat progres positif yang ditunjukkan.
Meskipun Indonesia tidak mampu mempertahankan tradisi juara sejak 2016, PBSI tetap fokus untuk turnamen berikutnya, Super 300 Swiss Open di Basel, Swiss. Eng Hian berharap turnamen ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi para pemain Indonesia untuk meraih gelar. Namun, untuk sektor tunggal putra, PBSI memutuskan untuk tidak mengirimkan wakil ke Swiss Open karena pemain elite telah difokuskan ke turnamen lain.
Meskipun kegagalan di All England 2025 merupakan pukulan bagi Indonesia, PBSI memastikan bahwa hasil tersebut akan dijadikan pelajaran berharga untuk meningkatkan performa di turnamen selanjutnya. Dengan fokus pada progres positif dan semangat yang tinggi, PBSI siap untuk kembali bersaing dan meraih hasil terbaik di kompetisi berikutnya.







