Aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai Rp10,15 triliun pada pekan kedua bulan ini, periode transaksi 10-13 Maret 2025, menurut data dari Bank Indonesia. Jumlah tersebut terbagi atas modal asing keluar bersih di pasar saham (Rp1,92 triliun), Surat Berharga Negara (Rp5,25 triliun), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Rp2,97 triliun). Hingga 13 Maret 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham mencapai Rp22,21 triliun, sementara modal asing masuk bersih di pasar SBN dan SRBI masing-masing Rp18,35 triliun dan Rp6,55 triliun. Premi risiko investasi Indonesia 5 tahun naik dari 76,11 bps per 7 Maret 2025 menjadi 80,07 bps per 13 Maret 2025. Pada Jumat, nilai tukar rupiah dibuka menguat di level Rp16.350 per dolar AS, indeks dolar AS (DXY) melemah ke level 103,83. Imbal hasil SBN 10 tahun turun ke level 6,87% pada Jumat, sedangkan imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,268% pada Kamis sebelumnya. Bank Indonesia terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.








