Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (ICOMEX) dinilai tidak bisa langsung menjadi bursa rujukan dunia setelah didirikan. Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperkirakan lembaga tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk membangun kredibilitas, infrastruktur perdagangan, serta kepercayaan pelaku pasar.
“ICOMEX perlu waktu untuk menjadi bursa yang kredibel,” kata Wijayanto saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Syarat menjadi bursa rujukan global
Menurut Wijayanto, kredibilitas ICOMEX tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bursa itu sendiri. Ada sejumlah prasyarat yang perlu dipenuhi agar ICOMEX dapat menjadi referensi global dan menjalankan fungsi perdagangan komoditas secara efektif.
Salah satu syaratnya ialah tingkat independensi yang relatif kuat dari intervensi pemerintah. Kondisi tersebut dinilai penting agar para pelaku pasar merasa nyaman menggunakan bursa dalam aktivitas perdagangan mereka.
Selain itu, ICOMEX membutuhkan regulasi dan tata kelola pasar yang kuat. Ketersediaan data secara real time serta transparansi informasi juga menjadi bagian penting dari sistem yang harus dibangun.
“Tidak hanya itu terkoneksi dengan pasar global, likuiditas tinggi dimana banyak ‘penjual’, ‘produk’ dan ‘pembeli’, dan juga sistem settlement dan delivery fisik yang handal,” ujar Wijayanto.
Dengan kata lain, bursa tersebut perlu memiliki akses yang terhubung dengan pasar internasional, jumlah transaksi yang memadai, serta mekanisme penyelesaian transaksi dan penyerahan fisik komoditas yang dapat diandalkan. Seluruh unsur itu, menurut Wijayanto, menjadi bagian dari proses yang tidak dapat dibangun secara instan.
Pendirian dinilai terburu-buru
Wijayanto menilai pendirian ICOMEX terkesan dilakukan secara terburu-buru. Ia berpandangan, pengembangan bursa mineral dan komoditas strategis semestinya dapat memanfaatkan bursa komoditas yang sudah tersedia, yakni Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).
Pemanfaatan ICDX, menurut dia, akan membuat pemerintah dan pemangku kepentingan tidak perlu membangun sistem serta organisasi baru dari awal. Namun, apabila ICOMEX tetap diarahkan menjadi bursa yang kredibel dan berorientasi global, sejumlah persyaratan mendasar tersebut tetap harus dipenuhi.
Wijayanto menyebut pemenuhan berbagai persyaratan itu kemungkinan memerlukan waktu empat sampai lima tahun. Perkiraan tersebut berlaku apabila proses pembentukan kredibilitas, penguatan tata kelola, peningkatan likuiditas, koneksi dengan pasar global, serta pembangunan sistem settlement dan delivery berjalan secara bertahap.
Ia mengatakan proses tersebut dapat dipercepat melalui kewajiban penggunaan ICOMEX. Caranya, seluruh eksportir diwajibkan memakai ICOMEX untuk semua kontrak ekspor mereka. Kebijakan itu akan mendorong aktivitas perdagangan masuk ke dalam bursa, tetapi sumber tidak menjelaskan rincian mekanisme penerapannya.


