IHSG Berpotensi Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Global dan Domestik
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin berpotensi bergerak sideways (mendatar) di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global dan domestik. IHSG dibuka menguat 15,61 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.652,09. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,43 poin atau 0,22 persen ke posisi 659,02.
Sentimen Global dan Domestik
“IHSG diperkirakan rentan koreksi lanjutan menuju support terdekat 6.595 atau 6.551 dan 6.525. Adapun jika mampu rebound IHSG potensi kembali ke resistance 6.681 atau 6.704 dan lanjut tutup area gap 6.723.,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung variatif, yang mana investor masih berhati-hati setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat menjaga ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter. Namun demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mulai berkurang setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga apabila tekanan harga terus mereda.
“Perubahan ekspektasi itu kemudian memberikan dorongan terhadap aset berisiko di sejumlah pasar Asia,” ujar Liza.
Perkembangan Terkini
Dari kawasan Asia, kebijakan pemerintah China menjadi perhatian setelah Beijing mengumumkan suntikan modal sekitar 54 miliar dolar AS kepada perusahaan asuransi dan bank milik negara. China Life Insurance akan menerima sebesar 35 miliar yuan, China Taiping Insurance sebesar 7 miliar yuan, sementara sejumlah perusahaan lain juga mendapatkan tambahan modal.
Dari dalam negeri, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Kementerian Perhubungan mencatat delapan bandara menghentikan sementara operasional penerbangan hingga pukul 08.59 WIB pada 7 September 2026.
Selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data-data ekonomi domestik, diantaranya data cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Agustus 2026, serta penjualan ritel periode Juli 2026. Pemerintah juga melanjutkan restrukturisasi BUMN dengan menutup 290 perusahaan yang menghemat sekitar Rp50 triliun, dan menargetkan penutupan 700 BUMN lainnya hingga akhir 2026, dengan proyeksi efisiensi mencapai Rp100 triliun.
Bursa Eropa bergerak kompak menguat pada Jumat (04/09) pekan kemarin, sementara bursa Wall Street AS kompak melemah pada Jumat (04/09). Bursa saham regional Asia juga mengalami pergerakan yang beragam pagi ini.


