ITDC Targetkan Penonton MotoGP Indonesia 2026 Meningkat 15,7 Persen
Sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan MotoGP Indonesia yang akan digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9-11 Oktober, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan peningkatan jumlah penonton sebesar 15,7 persen. Hal ini bertujuan untuk mencapai total 145.000 penonton, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Target peningkatan tersebut dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang dihadiri oleh 140.324 penonton.
Target ITDC dan Kontribusi Ekonomi Nasional
Direktur Operasi ITDC dan Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, menyampaikan target tersebut saat melakukan pertemuan dengan Kapolda NTB, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja. ITDC juga menjelaskan berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan acara, termasuk pengelolaan kawasan, pengaturan akses pengunjung, dan aktivasi kawasan untuk memperkaya pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Selain target jumlah penonton, penyelenggaraan MotoGP Indonesia juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Event ini diperkirakan dapat menciptakan multiplier effect sebesar Rp4,96 triliun, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah. Hingga tahun 2025, acara ini telah memicu investasi baru senilai Rp713 miliar di Kawasan The Mandalika.
Dampak Positif bagi Daerah dan Hunian Hotel
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia juga berhasil menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dari NTB, dimana sebagian besar berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, melibatkan 202 UMKM kuliner dan kerajinan, serta lebih dari 600 UMKM di sekitar kawasan sirkuit dan Kuta Mandalika. Selama penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel mencapai 100 persen di Kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram.
Dengan dampak yang semakin besar dari penyelenggaraan MotoGP, aspek keamanan menjadi sangat penting untuk diprioritaskan. Polda NTB telah mengevaluasi penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 untuk memperbaiki strategi pengamanan tahun 2026, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi dan optimalisasi pengamanan kawasan. Semua ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan acara yang sukses dan aman bagi semua pihak terkait.


