Sunday, August 16, 2026
HomeBisnisPertumbuhan Ekonomi Melonjak 5,29% dengan Dukungan MBG

Pertumbuhan Ekonomi Melonjak 5,29% dengan Dukungan MBG

Program Makan Bergizi Gratis Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata, Faisal Rachman, menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026. Kontribusi Program MBG ini tercermin pada performa konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Performa Konsumsi Rumah Tangga

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mengalami perlambatan menjadi 5,06 persen (yoy) dari 5,52 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh normalisasi musiman Ramadhan dan Idul Fitri serta efek basis tinggi karena periode musiman tersebut pada tahun sebelumnya jatuh pada triwulan II. Meskipun demikian, belanja rumah tangga tetap didukung oleh periode libur sekolah, pelaksanaan Program MBG, dan ekspansi ekonomi digital yang kuat.

Konsumsi Pemerintah dan Investasi

Sementara konsumsi pemerintah mengalami perlambatan menjadi 15,97 persen (yoy) dari 21,81 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, namun tetap memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan serta menjadi penyangga terhadap guncangan eksternal. Belanja pemerintah didorong oleh pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara dan pelaksanaan Program MBG.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga mengalami peningkatan menjadi 6,87 persen (yoy) dari 5,96 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh investasi kendaraan yang terkait dengan pelaksanaan Program MBG dan inisiatif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kontribusi Program MBG

Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, Program MBG juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja pemerintah melalui Program MBG pada triwulan II-2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Juni 2026 mencapai Rp98,8 triliun secara kumulatif. Meski realisasi triwulan II 2026 lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026, namun terjadi peningkatan signifikan dibandingkan triwulan II 2025. Edy menilai bahwa peningkatan realisasi belanja pemerintah tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi karena setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah akan berputar dalam perekonomian.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler