ASEAN Hyundai Cup 2026: Rentetan Rekor Piala AFF yang Masih Bertahan
Jakarta (ANTARA) – Kejuaraan sepak bola antarnegara Asia Tenggara, ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026, kembali menjadi panggung persaingan tim-tim terbaik di kawasan. Turnamen yang berlangsung hingga 26 Agustus 2026 ini diikuti 10 negara yang terbagi ke dalam dua grup dan memperebutkan empat tiket menuju babak semifinal.
Pada edisi kali ini, tim nasional Indonesia berada di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Sejarah panjang Piala AFF kembali menyimpan berbagai rekor luar biasa yang masih bertahan hingga saat ini, memperkaya cerita kompetisi terbesar di Asia Tenggara.
Thailand Dominasi Berbagai Rekor
Thailand tetap menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala AFF dengan tujuh gelar juara hingga saat ini, menjadikannya sebagai tim paling sukses sepanjang sejarah. Singapura, Vietnam, dan Malaysia juga menjadi juara di turnamen ini.
Indonesia: Runner-up Tersering dan Legenda Penyerang
Indonesia mencatat rekor unik sebagai tim yang paling sering finis di posisi kedua tanpa pernah menyentuh posisi juara. Dua legenda Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas, masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak.
Di sisi lain, Timnas Indonesia pernah mencatat kemenangan terbesar dengan menghancurkan Filipina 13-1 pada Piala AFF 2002. Meski belum juara, Indonesia tetap menjadi kekuatan utama di kawasan.
Rekor Top Skor dan Trofi Tertinggi
Teerasil Dangda dari Thailand memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF dengan 25 gol. Sementara Noh Alam Shah dari Singapura mencatatkan rekor gol terbanyak dalam satu edisi serta tujuh gol dalam satu pertandingan.
Gelandang Thailand, Sarach Yooyen, merupakan pemain dengan trofi Piala AFF terbanyak dengan empat gelar juara di bawah namanya.
Singapura dan Konsistensi Tanpa Kekalahan
Singapura mencatat rekor tak terkalahkan terpanjang di Piala AFF dengan 17 pertandingan tanpa kekalahan. Prestasi ini menunjukkan konsistensi tim Singapura sebagai kekuatan utama dalam turnamen.
Berbagai rekor ini menegaskan bahwa Piala AFF tidak hanya tentang kejuaraan, tetapi juga lautan sejarah yang dipenuhi dengan torehan luar biasa dari para pemain dan tim yang terlibat.


