Friday, October 16, 2026
HomeBeritaPrabowo: Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun Dari B50

Prabowo: Negara Hemat Devisa Rp170 Triliun Dari B50

Prabowo Subianto: Penerapan Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun Setiap Tahun

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa penerapan mandatori biodiesel B50 akan memberikan dampak besar bagi penguatan ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Menurut Prabowo, penghematan sekitar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp170 triliun setiap tahun dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Langkah Strategis untuk Kemandirian Energi dan Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penghematan devisa dari program mandatori biodiesel B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Dengan demikian, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, mengoptimalkan kekayaan alam, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa penerapan biodiesel B50 diharapkan dapat mengurangi impor solar dan menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun. Angka ini merupakan peningkatan dari keberhasilan kebijakan B40 yang berhasil menghemat devisa sebesar Rp133,3 triliun.

Manfaat Program Biodiesel B50

Selain menghemat devisa negara, program B50 juga diperkirakan akan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO), menyerap tenaga kerja, dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Diperkirakan nilai tambah CPO akan meningkat dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun. Program ini juga diharapkan dapat menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada tahun 2026.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler