Thursday, October 8, 2026
HomeBursaIHSG Melemah: Sentimen Global dan Domestik Berdampak

IHSG Melemah: Sentimen Global dan Domestik Berdampak

IHSG Berpotensi Melemah dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Jakarta – Pada perdagangan Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi melanjutkan pelemahan akibat kombinasi sentimen dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka dengan melemah 7,60 poin atau 0,13 persen ke posisi 5.865,77. Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,77 poin atau 0,30 persen ke posisi 581,11.

Potensi Koreksi IHSG pada Area Support

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG kemungkinan akan melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5.745 pada perdagangan Kamis.

Dari sisi global, fokus pasar terhadap premi risiko geopolitik meningkat pasca serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran dengan mengancam akan melakukan pengeboman sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker.

Di samping itu, perdebatan terbagi rata mengenai prospek kebijakan moneter juga terjadi dalam risalah rapat The Fed, dengan beberapa peserta memperkirakan inflasi akan mendekati target 2 persen sementara yang lain melihat situasi inflasi tetap tinggi.

Evaluasi Indonesia sebagai Emerging Market

Indonesia saat ini berada dalam status pemantauan oleh S&P Dow Jones Indices untuk kemungkinan diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market. BEI berencana menggelar pertemuan dengan S&P Dow Jones Indices untuk membahas evaluasi klasifikasi pasar tersebut.

Sementara itu, Kemenkeu menargetkan dana investor asing yang masuk ke Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) sebesar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun. Meskipun demikian, adanya peringatan investasi dari lembaga internasional telah menyebabkan capital outflow karena penurunan kepercayaan investor asing.

Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan penurunan Indeks Keyakinan Konsumen di bulan Juni 2026 dari level 120,9 menjadi 117,8, yang merupakan level terendah sejak September 2025. Meskipun demikian, indeks masih menunjukkan optimisme di atas level 100.

Pada perdagangan Rabu kemarin, bursa Eropa dan Wall Street melemah, sementara bursa saham regional Asia mengalami pergerakan beragam.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler