Thursday, October 15, 2026
HomeBisnisPrediksi Penurunan Rupiah Sebelum The Fed Rilis Notulen

Prediksi Penurunan Rupiah Sebelum The Fed Rilis Notulen

Rupiah Diperkirakan Melemah Jelang Notulen The Fed

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi stagnan di level Rp17.995 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan bahwa rupiah cenderung melemah karena pasar menantikan rilis notulen pertemuan Federal Reserve (The Fed).

Antisipasi Pelaku Pasar

Rully Nova mengungkapkan prediksinya bahwa nilai tukar rupiah masih akan berada dalam tekanan melemah, berkisar antara Rp17.950 hingga Rp18.020, dipengaruhi oleh faktor-faktor global. Meskipun indeks dolar melemah, para pelaku pasar masih berhati-hati menghadapi rilis notulen The Fed pada Kamis, 9 Juli waktu AS.

Dalam pertemuan sebelumnya, The Fed masih memprioritaskan target inflasi 2 persen. Namun, dengan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) yang buruk, fokus The Fed diprediksi akan bergeser di bawah Gubernur Bank Sentral AS Kevin Warsh. Hal ini kemungkinan akan membuat kebijakan lebih fleksibel terutama terkait arah suku bunga.

Faktor-Faktor Pendukung Pelaku Pasar

Selain aspek global, pelaku pasar juga mempertimbangkan faktor domestik seperti defisit neraca perdagangan sebesar 1,61 miliar dolar AS dan arus modal keluar dari pasar saham sejak awal Juli mencapai Rp2,73 triliun. Data cadangan devisa yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) juga menjadi pertimbangan penting bagi pelaku pasar. Meskipun cadangan devisa diperkirakan akan turun akibat intervensi BI di pasar valas, rasio cadangan devisa masih dinilai memadai di atas 5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.

Sumber: ANTARA News

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler