Mengamati Perkembangan Pasar Saham Domestik di Awal Juni 2026
Masuk awal bulan Juni 2026, pasar saham domestik terus menunjukkan pergerakan dinamis dan konsolidasi setelah mengalami fase tekanan selama Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa melihat tingginya ketidakpastian baik domestik maupun global, serta penyesuaian portofolio dari para investor, IHSG ditutup pada level 6.127,38 pada akhir Mei 2026.
Situasi Pasar Saham Domestik
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa di tengah dinamika pasar saat ini, kondisi modal domestik masih menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai. Likuiditas pasar tetap terjaga dengan rata-rata bid dan ask spread yang rendah, mencerminkan tingkat likuiditas yang baik. Meskipun investor asing mencatat net sell sebesar Rp4,1 triliun, pasar obligasi menguat dengan ICBI naik 0,32 persen.
Kinerja Investasi dan Pertumbuhan Investor
Kinerja industri pengelolaan investasi tetap terjaga dengan NAB reksa dana tumbuh 1,55 persen, meskipun terjadi net redemption sebesar Rp1,77 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor terus meningkat dengan penambahan 1,26 juta investor secara bulanan pada Mei 2026, menandai pertumbuhan sebesar 36,27 persen secara year to date.
Pasar modal domestik terus berperan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pemerintah. Hingga akhir Mei 2026, fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp68,18 triliun, dengan 75 rencana penawaran umum di pipeline dengan nilai indikatif sebesar Rp64,26 triliun.


