Hizbullah Tolak Tuntutan AS terkait Penarikan Pasukan di Lebanon
Kelompok pro-Palestina di Lebanon, Hizbullah, menolak pernyataan Amerika Serikat (AS) terkait penarikan pasukan Hizbullah dari wilayah selatan Sungai Litani. Menurut Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, pernyataan AS tersebut merupakan upaya untuk merusak stabilitas Lebanon demi kepentingan Israel.
Reaksi Hizbullah terhadap Pernyataan AS
Pada Kamis (4/6) malam, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang mensyaratkan penghentian aksi militer oleh Hizbullah dan penarikan seluruh pasukan mereka dari wilayah selatan Sungai Litani. Namun, Hizbullah menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima formula yang meminta penghentian agresi Israel dan penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Menurut Qassem, kesepakatan yang menjadikan pelucutan senjata Hizbullah sebagai syarat akan melemahkan Lebanon dan mengancam eksistensi masyarakat yang mendukung perlawanan. Hizbullah tetap fokus pada penghentian agresi Israel dan pemberlakuan gencatan senjata tanpa syarat lainnya.
Sikap Hizbullah terhadap Gencatan Senjata
Hizbullah siap untuk mematuhi gencatan senjata asalkan Israel menghentikan serangannya. Meskipun demikian, selama pendudukan Israel berlanjut, Hizbullah akan terus melanjutkan perlawanannya. Kelompok ini menolak untuk diperintah oleh kondisi yang menguntungkan Israel atas negara Lebanon.


