Jakarta Barat dan Sidoarjo Bersatu Melawan Bau Sampah dengan Eco Lindi
Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sepakat untuk bekerja sama dalam menerapkan inovasi teknologi eco lindi guna mengatasi bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah. Eco lindi, cairan ramah lingkungan yang mengandung bakteri pengurai, telah diterapkan di beberapa lokasi strategis di Jakarta Barat, seperti di kawasan Tambora dan Bank Sampah Induk Bambu Larangan.
Langkah Implementasi Program Eco Lindi
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa untuk memperkuat implementasi program tersebut, Pemkot Jakarta Barat juga telah melibatkan camat, lurah, dan jajaran terkait dengan menandatangani pakta integritas serta perjanjian kinerja. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Pilah Sampah juga akan dibentuk mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Volume Sampah dan Penanganan Berkelanjutan
Saat ini, volume sampah di Jakarta Barat mencapai sekitar 2.200 ton per hari, dengan sebagian besar merupakan sampah organik dan anorganik. Iin menegaskan pentingnya penanganan sampah secara nyata dan melibatkan semua pihak untuk menyelesaikan masalah sampah yang ada.
Pemkab Sidoarjo juga memberikan saran kepada Pemkot Jakarta Barat untuk mengadopsi konsep burden sharing atau berbagi beban penanganan limbah antara pemerintah dan masyarakat, mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Selain itu, Sidoarjo telah menerapkan skema insentif-disinsentif tarif Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berdasarkan berat dan jenis sampah untuk mendorong pengelola sampah menghentikan praktik lama “kumpul-angkut-buang”.
Demikianlah kerja sama antara Jakarta Barat dan Sidoarjo dalam mengatasi masalah sampah melalui penerapan teknologi eco lindi dan skema penanganan sampah yang berkelanjutan.


