Piala Dunia 2026 di TVRI: Tingkat Kebahagiaan Publik Mencapai 80 Persen
Menurut Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, tingkat kebahagiaan publik terhadap siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI mencapai 80 persen berdasarkan hasil analisis percakapan digital. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang olahraga dunia tersebut dan akses tayangan yang lebih luas.
Tingginya Antusiasme Masyarakat
Tenaga Ahli Utama Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI, Dudy Rudianto, menyebut Piala Dunia 2026 menjadi isu yang paling menarik perhatian publik dalam ruang percakapan digital. Dudy juga menekankan bahwa kehadiran TVRI sebagai pemegang hak siar dinilai membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah untuk menikmati pertandingan tanpa biaya tambahan.
Berdasarkan hasil riset Bakom RI, sebanyak 60 persen percakapan publik terkait hak siar TVRI bersifat positif. Sentimen tersebut didominasi oleh rasa bangga dan nostalgia masyarakat terhadap kembalinya siaran Piala Dunia melalui televisi publik yang memiliki jangkauan luas hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Aspek Teknis
Hasil riset Bakom juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang dapat tercipta selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Masyarakat melihat kegiatan nonton bareng dapat mendorong perputaran ekonomi lokal serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Namun, sekitar 25 persen percakapan juga mengangkat aspek teknis dan aksesibilitas siaran, seperti kualitas sinyal TVRI di daerah pelosok, resolusi gambar, ketersediaan layanan streaming, dan kemungkinan penerapan enkripsi pada siaran satelit atau parabola. Bakom RI mencatat sekitar 15 persen percakapan yang bersifat sinis, namun proporsi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan respons positif masyarakat.
Temuan riset ini menunjukkan pentingnya responsifnya pengelolaan komunikasi publik terhadap harapan dan kekhawatiran masyarakat, serta perlu adanya penguatan kualitas layanan siaran dan penyampaian informasi yang transparan untuk menjaga kepercayaan publik.


